DASAR-DASAR EPIDEMIOLOGI

Posted by Diposting oleh Unknown On 18.08

DASAR-DASAR EPIDEMIOLOGI

PENGERTIAN
• Epidemilogi berasal dari bahasa Yunani, yaitu: (Epi=pada, Demos=penduduk, logos = ilmu),
• Dengan demikian epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat.
a. W.H. Welch
Suatu ilmu yang mempelajari timbulnya, perjalanan, dan pencegahan penyakit, terutama penyakit infeksi menular. Dalam perkembangannya, masalah yang dihadapi penduduk tidak hanya penyakit menular saja, melainkan juga penyakit tidak menular, penyakit degenaratif, kanker, penyakit jiwa, kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya. Oleh karena batasan epidemiologi menjadi lebih berkembang.
Mausner dan Kramer
epidemiologi adalah Studi tentang distribusi dan determinan dari penyakit dan kecelakaan pada populasi manusia.
Last adalah Studi tentang distribusi dan determinan tentang keadaan atau kejadian yang berkaitan dengan kesehatan pada populasi tertentu dan aplikasi studi untuk menanggulangi masalah kesehatan.
Mac Mahon dan Pugh Epidemiologi adalah sebagai cabang ilmu yang mempelajari penyebaran penyakit dan faktor-faktor yang menentukan terjadinya penyakit pada manusia.
Omran, Epidemiologi adalah suatu studi mengenai terjadinya distribusi keadaan kesehatan, penyakit dan perubahan pada penduduk, begitu juga determinannya dan akibat-akibat yang terjadi pada kelompok penduduk.
• W.H. Frost ,
Epidemiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari timbulnya, distribusi, dan jenis penyakit pada manusia menurut waktu dan tempat.

• Azrul Azwar,
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan pada sekelompok manusia serta faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan.
• Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ada 3 komponen penting yang ada dalam epidemiologi, sebagai berikut :
1) Frekuensi masalah kesehatan
2) Penyebaran masalah kesehatan
3) Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan.
Jadi epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang distribusi dan determinan-determinan frekuensi penyakit dan status kesehatan pada populasi manuisa
JENIS EPIDEMIOLOGI
Untuk mengungkapkan dan menjawab masalah bagaimana distribusi penyakit dan bagaimana komponen menjadi faktor penyebab penyakit, maka epidemiologi dpt dibagi dalam beberapa jenis yaitu:
a. Epidemiologi Deskriptif
b. Epidemiologi Analitik
c. Epidemiologi Eksperimental
a. Epidemiologi Deskriptif
Disini dipelajari tentang bagaimana frekuensi dan distribusi suati masalah kesehatan dlm masyarakat. Hasil pekerjaan epidemiologi deskriptif diharapkan mampu menjawab pertanyaan mengenai faktor who (siapa), where (di mana) dan when (kapan)
• WHO (SIAPA)
Merupakan pertanyaan tentang faktor orang yg akan dijawab dgn mengemukakan perihal mereka yg terkena masalah,bisa mengenai umur, jenis kelamin, suku, agama, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan
• Where (dimana)
Pertanyaan ini mengenai faktor tempat di mana masyarakat tinggal atau bekerja, atau dimana saja ada kemungkinan mereka menghadapi masalah kesehatan. Bisa berupa kota dan desa, pantai dan pegunungan, daerah pertanian, industri, tempat bermukim atau tempat kerja
• When (kapan)
Pertanyaan ini berhubungan dengan waktu yang berupa jam, hari, minggu, bulan, tahun, musim hujan dan musim kering
b. Epidemiologi Analitik
Epidemiologi analitik berkaitan dgn upaya epidemiologi untuk menganalisis faktor penyebab (determinan) masalah kesehatan.
Epidemiologi Analitik diharapkan mampu menjawab pertanyaan why (kenapa) atau apa penyebab terjadinya masalah itu.
c. Epidemiologi Eksperimental
Salah satu hal yg perlu dilakukan sebagai pembuktian bahwa suatu faktor sebagai penyebab terjadinya suatu luaran (output) penyakit adalah diuji kebenarannya dgn percobaan (eksperiment)
PERANAN EPIDEMIOLOGI
Peran utama epidemiologi
1. Investigasi etiologi penyakit
2. Identifikasi faktor risiko
3. Identifikasi klasifikasi penyakit
4. Melakukan diagnosis banding dan perencanaan pengobatan
5. Surveilans status kesehatan penduduk
6. Diagnosis komunitas dan perencanaan pelayanan kesehatan
7. Evaluasi pelayanan kesehatan dan intervensi kesehatan masyarakat
Peran epidemiologi dapat juga dikembangkan sebagai berikut:
1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat.
2) Mengetahui faktor-faktor yg berperan dlm terjadinya masalah kesehatan atau penyakit dlm masyarakat
3) Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan dan mengambil keputusan.
4) Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan yang sedang atau telah dilakukan.
5) Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu penyakit dalam upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya.
6) Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan.
RUANG LINGKUP
a) Masalah kesehatan sebagai subjek dan objek epidemiologi
Epidemiologi tidak hanya sekedar mempelajari masalah-masalah penyakit-penyakit saja, tetapi juga mencakup masalah kesehatan yang sangat luas ditemukan di masyarakat. Diantaranya masalah keluarga berencana, masalah kesehatan lingkungan, pengadaan tenaga kesehatan, pengadaan sarana kesehatan dan sebagainya. Dengan demikian, subjek dan objek epidemiologi berkaitan dengan masalah kesehatan secara keseluruhan
LANJUTAN RUANG LINGKUP
Masalah kesehatan pada sekelompok manusia
Pekerjaan epidemiologi dalam mempelajari masalah kesehatan, akan memanfaatkan data dari hasil pengkajian terhadap sekelompok manusia, apakah itu menyangkut masalah penyakit, keluarga berencana atau kesehatan lingkungan. Setelah dianalisis dan diketahui penyebabnya dilakukan upaya-upaya penanggulangan sebagai tindak lanjutnya
Lanjutan Ruang Lingkup
Pemanfaatan data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu masalah kesehatan.
Pekerjaan epidemiologi akan dapat mengetahui banyak hal tentang masalah kesehatan dan penyebab dari masalah tersebut dengan cara menganalisis data tentang frekuensi dan penyebaran masalah kesehatan yang terjadi pada sekelompok manusia atau masyarakat. Dengan memanfaatkan perbedaan yang kemudian dilakukan uji statistik, maka dapat dirumuskan penyebab timbulnya masalah kesehatan
Ruang lingkup Epidemiologi dpt juga meliputi 6 E yaitu:
1. Etiologi
2. Efikasi
3. Efektivitas
4. Efisiensi
5. Evaluasi
6. Edukasi
Etiologi berkaitan dgn lingkup kegiatan epidemiologi dlm mengidentifikasi penyebab penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Misalnya: etiologi dari malaria adalah parasit plasmodium
• Efikasi (efficacy) berkaitan dgn efek atau daya optimal yg dpt
• kesehatan
• Efikasi dimaksudkan untuk melihat hasil atau efek suatu intervensi, misalnya efikasi vaksinasi
• Efektivitas adalah besarnya hasil yg dpt diperoleh dari suatu tindakan (pengobatan atau intervensi) dan besarnya perbedaan dari suatu tindakan yg satu dgn lainnya.
• Efektifitas ini ditujukan untuk mengetahui efek intevensi atau pelayanan dlm berbagai kondisi lapangan yg sebenarnya sangat berbeda-beda.
• Efisiensi adalah sebuah konsep ekonomi yg melihat pengaruh yg dapat diperoleh berdasarkan besarnya biaya yg diberikan.
• Efesiensi ini ditujukan untuk mengetahui kegunaan hasil yg diperoleh berdasarkan besarnya pengeluaran ekonomi/biaya yg dilakukan.
• Evaluasi adalah penilaian secara keseluruhan keberhasilan suatu pengobatan atau program kesehatan masyarakat.
• Edukasi adalah intervensi berupa peningkatan pengetahuan tentang kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit.
• Edukasi merupakan salah satu bentuk intervensi andalan kesehatan masyarakat yg perlu diarahkan secara tepat oleh epidemiologi.
Natural history of deseases (Perjalanan Penyakit) Riwayat alamiah suatu penyakit dapat digolongkan dalam 5 tahap :
1. Pre Patogenesis
Tahap ini telah terjadi interaksi antara penjamu dengan bibit penyakit, tetapi interaksi ini terjadi di luar tubuh manusia, dalam arti bibit penyakit berada di luar tubuh manusia dan belum masuk ke dalam tubuh. Pada keadaan ini belum ditemukan adanya tanda-tanda penyakit dan daya tahan tubuh penjamu masih kuat dan dapat menolak penyakit. Keadaan ini disebut sehat
2. Tahap inkubasi (sudah masuk Patogenesis)
Pada tahap ini bibit penyakit masuk ke tubuh penjamu, tetapi gejala-gejala penyakit belum nampak. Tiap-tiap penyakit mempunyai masa inkubasi yang berbeda. Kolera 1-2 hari, yang bersifat menahun misalnya kanker paru, AIDS dll.
3. Tahap penyakit dini
Tahap ini mulai dihitung dari munculnya gejala-gejala penyakit, pada tahap ini penjamu sudah jatuh sakit tetapi masih ringan dan masih bisa melakukan aktifitas sehari-hari. Bila penyakit segera diobati, mungkin bisa sembuh, tetapi jika tidak, bisa bertambah parah. Hal ini terganting daya tahan tubuh manusia itu sendiri, seperti gizi, istirahat dan perawatan yang baik di rumah (self care).
4. Tahap penyakit lanjut
Bila penyakit penjamu bertambah parah, karena tidak diobati/tidak tertur/tidak memperhatikan anjuran-anjuran yang diberikan pada penyakit dini, maka penyakit masuk pada tahap lanjut. Penjamu terlihat tak berdaya dan tak sanggup lagi melakukan aktifitas. Tahap ini penjamu memerlukan perawatan dan pengobatan yang intensif.
5. Tahap akhir penyakit
Tahap akhir dibagi menjadi 5 keadaan :
1. Sembuh sempurna (bentuk dan fungsi tubuh penjamu kembali berfungsi seperti keadaan sebelumnya/bebeas dari penyakit)
2. Sembuh tapi cacat ; penyakit penjamu berakhir/bebas dari penyakit, tapi kesembuhannya tak sempurna, karena terjadi cacat (fisik, mental maupun sosial) dan sangat tergantung dari serangan penyakit terhadap organ-organ tubuh penjamu.
3. Karier : pada karier perjalanan penyakit seolah terhenti, karena gejala penyakit tak tampak lagi, tetapi dalam tubuh penjamu masih terdapat bibit penyakit, yang pada suatu saat bila daya tahan tubuh penjamu menurun akan dapat kembuh kembali. Keadaan ini tak hanya membahayakan penjamu sendiri, tapi dapat berbahaya terhadap orang lain/masyarakat, karena dapat menjadi sumber penularan penyakit (human reservoir)
4. Kronis ; pada tahap ini perjalanan penyakit tampak terhenti, tapi gejala-gejala penyakit tidak berubah. Dengan kata lain tidak bertambah berat maupun ringan. Keadaan ini penjamu masih tetap berada dalam keadaan sakit.
5. Meninggal ; Apabila keadaan penyakit bertambah parah dan tak dapat diobati lagi, sehingga berhentinya perjalanan penyakit karena penjamu meninggal dunia. Keadaan ini bukanlah keadaan yang diinginkan.

suka dengan artikel ini? klik disini